Microsoft perluas layanan keamanan siber ke 12 negara Eropa

Bengaluru (ANTARA News) – Microsoft Corp mengatakan, Rabu, pihaknya akan menawarkan layanan keamanan siber AccountGuard ke 12 pasar baru di Eropa, termasuk Jerman, Prancis dan Spanyol, untuk menutup kesenjangan keamanan serta melindungi para konsumen di wahana politik dari peretasan.

Microsoft baru-baru ini mendeteksi serangkaian serangan, yang muncul antara September dan Desember 2018 dan dialami para karyawan jaringan kebijakan luar negeri Jerman, German Council on Foreign Relations, serta kantor-kantor The Aspen Institute dan The German Marshall Fund di Eropa, kata perusahaan itu.

Rangkaian serangant tersebut, yang mengenai 104 akun karyawan di Belgia, Prancis, Jerman, Polandia, Rumania dan Serbia, diyakini berasal dari sebuah kelompok bernama Strontium, kata Microsoft.

Layanan AccountGuard juga akan tersedia di Swedia, Denmark, Belanda, Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Portugal dan Slowakia.

Menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada Mei yang sangat penting, para pejabat Jerman berupaya meningkatkan keamanan siber setelah seorang mahasiswa berusia 20 tahun membobol data sehingga mengungkapkan kerentanan negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu.

Baca juga: Ancaman keamanan siber sebabkan kerugian miliaran dolar bagi organisasi di Indonesia
Baca juga: Microsoft dan FB tak mau ikut-ikutan serangan siber pemerintah

Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan pemimpin EU: Inggris kemungkinkan tunda Brexit

London (ANTARA News) – Inggris kemungkinan akan menunda Brexit dan tidak akan meninggalkan Uni Eropa pada Maret, kata mantan Presiden Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso, Selasa.

Ia menambahkan bahwa Uni Eropa kemungkinan akan menerima permintaan perpanjangan guna menyelesaikan rincian pemisahan Inggris dari blok tersebut.

“Menurut saya, skenario yang paling mungkin muncul adalah tidak melakukannya (Inggris berpisah dari Uni Eropa, red) pada Maret tahun ini. Kita perlu lebih … persiapan,” kata Barroso kepada Sky News. Ia menjawab pertanyaan soal apakah menurut dia Brexit akan terjadi sesuai jadwal, yaitu tanggal 29 Maret.

Barroso saat ini menjabat sebagai kepala noneksekutif di Goldman Sachs.

“Bahkan kalau sekarang ada kesepakatan positif, dari sudut pandang praktis jelas bahwa segalanya belum siap. Jadi, saya kira hal yang perlu dilakukan adalah melakukan perpanjangan, dan saya yakin jika Inggris meminta perpanjangan Pasal 50, negara-negara Uni Eropa akan dengan mudah menerimanya.”

Baca juga: Para menteri Inggris diam-diam bahas penundaan Brexit
Baca juga: Ratu Elizabeth II akan dievakuasi bila terjadi kerusuhan Brexit

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bruno Ganz pemeran Hitler dalam “Downfall” tutup usia

Zurich (ANTARA News) – Bruno Ganz, aktor Swiss yang berperan sebagai Adolf Hitler dalam “Downfall,” film yang dinominasikan meraih Oscar, tutup usia rumahnya di Zurich pada Sabtu (16/2) dalam usia 77 tahun, kata agennya.

Aktor yang juga memerankan kakek baik hati dalam “Heidi” itu meninggal karena sakit kanker.

Ganz aktif dalam teater, film dan televisi berbahasa Jerman selama lebih 50 tahun dan merupakan peraih Iffland-Ring, anugerah terkemuka bagi para aktor yang berbahasa Jerman.

“Salah satu aktor paling terkenal di masa kita sudah pergi, karya briliannya tetap dikenang. Kami berduka cita bersama keluarga dan teman-teman Bruno Ganz,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam cuitannya di Twitter, demikian Reuters melaporkan.

Ganz, anak seorang ayah dari Swiss yang bekerja sebagai mekanik dan ibu dari utara Italia, tumbuh di Zurich dan memutuskan menjadi aktor setelah seorang teknisi lampu yang baik hati mengizinkannya ikut sebuah teater lokal.

Jalan yang ditempuhnya tak mulus karena keluarganya menentang pilihannya. “Sebagai seorang anak laki-laki saya tidak pemalu,” kenangnya dalam satu wawancara.

Baca juga: Lukisan Adolf Hitler dilelang di Los Angeles

Baca juga: Merkel: Rakyat Jerman tak akan lupakan kejahatan Nazi

Baca juga: Turis China diciduk usai acungkan tangan gaya Hitler di Jerman

Saat remaja, Ganz putus sekolah karena memutuskan belajar akting pada malam hari di Zurich. Di tempat itu, dia juga bekerja sebagai penjual buku dan sebagai paramedis terlatih.

Pada tahun 1960-an, Ganz meninggalkan Swiss untuk bekerja di teater di Jerman, dan sejak tahun 1970-an dan seterusnya ia main di teater Schaubuehne di Berlin.

Dia memperpenghargaan atas penampilannya, sementara ia juga meniti karir di bioskop. Ia bekerja dengan para sutradara Jerman seperti Wim Wenders, Werner Herzog dan Volker Schloendorff.

Pada 1987, Ganz berperan sebagai bidadari yang disebut Damel dalam film “Wings of Desire” karya Wenders.

Pengalaman-pengalamannya terus bertambah. Salah satu perannya yang paling terkenal ialah sebagai Hitler dalam film “Downfall” tahun 2004, yang mendramatisasi diktator Nazi itu di bungkernya di Berlin, pada hari-hari terakhirnya. Film itu merupakan salah satu usaha pertama Jerman untuk mengangkat karakter sang Fuehrer dalam film.

Redaktur: Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jerman: Pembicaraan perlucutan senjata mesti juga libatkan China

Munchen, Jerman (ANTARA News) – Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyarankan pembicaraan yang lebih luas mengenai perlucutan senjata global yang akan mencakup China, setelah kegagalan kesepakatan senjata nuklir, yang bersejarah, antara Amerika Serikat dan Rusia.

“Perlucutan senjata adalah sesuatu yang harus kita semua hadapi,” kata pemimpin Jerman tersebut dalam Konferensi Keamanan Munchen pada Sabtu.

“Kita akan gembira jika pembicaraan semacam itu diselenggarakan bukan hanya antara Amerika Serikat dan Rusia tapi juga dengan China,” kata Merkel, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Pernyataannya dikeluarkan sebelum konferensi perlucutan senjata internasional, yang direncanakan, di Berlin pada Maret, yang akan dipusatkan pada sistem senjata baru yang canggih.

Baca juga: Pejabat Rusia: keluarnya AS dari INF “pukulan” buat kestabilan global

Baca juga: Rusia bantah tuduhan Amerika soal pelanggaran Traktat Rudal Nuklir Jangka Menengah

AS dan Rusia meninggalkan kesepakatan Nuklir Jarak-Menengah (INF), yang bersejarah pada awal Februari, setelah Washington menuduh Moskow melanggar kesepakatan tersebut.

Kesepakatan itu, yang ditandatangai pada 1987 antara AS dan Rusia, dipandang sebagai tonggak sejarah keamanan Eropa pada erat pasca-Perang Dingin.

Kesepakatan tersebut melarang kedua negeri itu memiliki dan menguji-coba rudal yang diluncurkan dari darat dengan jarak jelajah antara 500 dan 5.500 kilometer.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murid sekolah di Inggris demo pelajaran perubahan iklim

London (ANTARA News) – Ribuan anak membawa pelajaran dalam pawai unjuk rasa, pada Jumat, dengan meminta aksi tentang perubahan iklim, sehingga mendapat sentilan halus dari kantor Perdana Menteri karena mengganggu belajar, sebaliknya mendapat pujian dari menteri energi dan pegiat.

Anak-anak muda itu arak-arakan ke alun-alun parlemen di London dan berkumpul di kota-kota lain sambil membawa bentangan bertuliskan “Perubahan iklum lebih buruk ketimbang PR”, “Bertindaklah sekarang untuk masa depan kita” dan seruan-seruan lain.

“Guru saya sudah mengatakan agar saya tidak ikut ke luar, tapi kami tetap pergi karena ini penting,” kata Rio (11) kepada Reuters.

Baca juga: Inggris serukan tindakan global untuk tanggulangi perubahan iklim

Baca juga: Inggris nilai Indonesia berperan tangani perubahan iklim

Seorang juru bicara untuk kantor Perdana Menteri Theresa May mengatakan, meskipun pemerintah menyambut perjanjian dengan para pelajar, gangguan di sekolah dan pelajaran akan sulit bagi para guru.

Menteri Energy Claire Perry sebaliknya mengatakan “ia sangat bangga” dengan anak-anak muda itu sedangkan pemimpin Partai Buruh dari pihak oposisi Jeremy Corbyn mengemukakan dukungannya buat “murid masa kini yang masa depannya paling ada di jalur”.

Pada awal pekan, 224 akademikus dari Oxford, Cambridge dan perguruan tinggi lainnya mendeklarasikan dukungan bagi para pelajar dalam surat terbuka yang disiarkan di The Guardian.

“Mereka yang ikut dalam unjuk rasa mempunyai hak yang nyata untuk marah tentang masa depan yang kita semua seharusnya wariskan kepada mereka, jika langkah yang penting dan tepat tidak kita lakukan,” tulis mereka.

Unjuk rasa itu merupakan bagian dari “Gerakan Protes Sekolah untuk Iklim” yang dimulai pada Agustus 2018 saat aktivis Swedia yang berusia 16 taun Greta Thunberg mulai berunjuk rasa di depan parlemen pada hari sekolah.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival Film Internasional Berlinale ke-69

Aktor Wang Jingchun (kanan) dan aktris Yong Mei berpose sambil memegang trofi Beruang Perak untuk Aktor dan Aktris Terbaik di Film Di jiu tiang chang (So Long, My Son) pada malam penghargaan Festival Film Internasional Berlinale ke-69 di Berlin, Jerman, Sabtu (16/2/2019) malam waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/Hannibal Hanschke/wsj.

Dubes Asia di Vatikan respon deklarasi Abu Dhabi

Para dubes Asia untuk Takhta Suci Vatikan berencana menyelenggarakan seminar internasional dengan mengundang pejabat di Vatikan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya di Roma pertengahan tahun 2019

London (ANTARA News) – Para duta besar dari Asia untuk Takhta Suci Vatikan berencana menyelenggarakan seminar internasional sebagai respon atas Deklarasi Abu Dhabi yang merupakan dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb, di Uni Emirat Arab awal Februari 2019.

Pensosbud KBRI Takhta Suci Vatikan, Muhammad Ferdien kepada Antara London, Jumat, mengatakan para dubes Asia untuk Takhta Suci Vatikan berencana menyelenggarakan seminar internasional dengan mengundang pejabat di Vatikan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya di Roma pertengahan tahun 2019.

Menurut Muhammad Ferdien, rencana penyelenggaraan seminar internasional mengemuka dalam pertemuan berkala grup Asia pada hari Minggu 14 Februari 2019 di Kedubes Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Dalam pertemuan ini juga dibahas kemungkinan diadakannya bazar makanan Asia di sela-sela seminar.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono, saat ini menjabat sebagai Koordinator Asia Group.

Isi pokok dari deklarasi tersebut antara lain berupa penekanan atas pentingnya kesadaran terhadap rekonsiliasi dan persaudaraan di antara semua umat beragama, peningkatan nilai-nilai toleransi, dan penolakan terhadap penggunaan agama untuk kekerasan dan ekstremisme.

Menyikapi hal tersebut, para Dubes Asia yang tergabung dalam “Asian Ambassadors to the Holy See” melihat perlunya diadakan seminar berupa dialog antaragama guna mempromosikan Deklarasi Abu Dhabi dan merefleksikan pandangan negara negara di Asia terhadap Deklarasi tersebut.

Anggota grup Asia saat ini berjumlah 13 negara yang terdiri dari Australia, China, Filipina, Indonesia, Iran, Irak, Jepang, Korea Selatan, Lebanon, Malaysia, Mesir, Timor Leste, dan Turki.

Sebelum mengadakan interreligious dialog, para Dubes Asia berencana melakukankunjungan ke Kantor Pontifical Council for Interreligious Dialogue Vatikan guna mendapatkan penjelasan terinci mengenai kebijakan Vatikan terhadap Deklarasi tersebut.

Baca juga: KBRI Vatikan gelar dialog antar agama di Napoli  

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Prancis untuk Italia yang dipanggil pulang kembali ke Roma

Paris, (ANTARA News) – Duta Besar Prancis untuk Italia, yang dipanggil pulang ke negaranya bulan ini sebagai respons atas serangkaian komentar pedas dari politikus Italia terhadap Prancis, akan kembali ke Roma pada Jumat, kata Menteri Urusan Eropa Prancis.

Prancis memanggil pulang duta besarnya pada 7 Februari. Penarikan tersebut menjadi yang pertama bagi utusan Prancis untuk Roma sejak Perang Dunia II.

“Hari ini dia kembali ke Roma,” kata Menteri Nathalie Loiseau kepada Radio RTL, Jumat.

Hubungan antara dua sekutu dekat tersebut memanas sejak pertengahan 2018, saat Wakil Perdana Menteri Italia Luigi di Maio dan Matteo Salvini secara verbal menyerang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemerintahan yang dipimpinnya. Kritik tersebut kebanyakan menyangkut soal kebijakan migrasi, demikian Reuters.

Pemanggilan tersebut muncul sesaat setelah di Maio bertemu degan sejumlah anggota gerakan “rompi kuning” Prancis, yang berkampanye selama berbulan-bulan dan kerap menggunakan kekerasan menentang program reformasi Macron.

Sejak saat itu kedua negara berupaya menekan ketegangan di antara mereka.

Presiden Italia berbicara dengan Presiden Macron melalui sambungan telepon “dan mereka menyatakan sejauh mana … persahabatan (mereka) … penting dan betapa saling membutuhkan kedua negara tersebut,” kata Loiseau kepada RTL.

Penyunting: Asri Mayang Sari
 
Baca juga: Iran panggil dubes Prancis, Belgia, Jerman di Teheran
Baca juga: Prancis panggil Dubes Indonesia soal terpidana mati

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita demokrasi, pluralisme, dan HAM Indonesia ditampilkan di Jenewa

Jakarta (ANTARA News) – Cerita mengenai keberhasilan demokrasi, pluralisme, dan perlindungan HAM di Indonesia ditampilkan dalam peluncuran inisiatif “Good Human Rights Stories”, di Jenewa pada Rabu (13/2), menjelang masa persidangan Dewan HAM ke-40.

“Setiap negara memiliki cerita keberhasilan dalam pemajuan dan perlindungan HAM yang penting untuk dibagi kepada negara-negara lain,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Dubes Kleib, setelah 70 tahun diadopsinya Deklarasi Universal HAM, sudah seharusnya masyarakat internasional memperingati HAM dengan cara-cara yang lebih positif  termasuk dengan berbagi kisah sukses dalam memenuhi dan melindungi HAM. 

Dubes Kleib menegaskan bahwa keteguhan Indonesia pada demokrasi dan keberagaman pada hakikatnya berdasarkan pada kesetaraan dan persamaan hak dihadapan hukum, nilai-nilai perdamaian, serta ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

Selain paparan Dubes Kleib, juga ditayangkan video singkat yang menggambarkan perjalanan demokrasi Indonesia dan kisah kemajuan HAM Indonesia di tengah-tengah keberagaman sebagai jawaban untuk kehidupan HAM yang lebih baik pasca-1998. 

Indonesia diundang dalam aliansi ini tentunya karena rekam jejak HAM Indonesia yang semakin baik. 

Indonesia, yang terus menunjukan kepemimpinannya di kawasan di bidang demokrasi dan HAM serta kerjasama efektifitas mekanisme HAM PBB, menjadi rujukan bagi negara-negara lain untuk pemajuan dan perlindungan HAM di tingkat global. 

Pengakuan tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan pihak penyelenggara kepada Indonesia sebagai negara pertama dari dua kelompok panelis dengan 11 wakil negara yang berbagai pengalaman dalam acara tersebut.

Selain Indonesia, acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Komisaris Tinggi HAM PBB dan Presiden Dewan HAM, serta wakil dari Tunisia, Gambia, Uruguay, Selandia Baru, Burkina Faso, Argentia, Cape Verde, Norwegia, Georgia, dan Korea Selatan. 

Wakil organisasi masyarakat sipil yang ikut dalam peluncuran inisiatif ini di Jenewa adalah Internasional Service for Human Rights dan wakil media dari Reuters.

Komisaris Tinggi HAM (KTHAM) dalam pidato pembukaan menekankan pentingnya kerja sama dengan mekanisme HAM PBB. 

Menurut KTHAM, selain kiprah Kantor KTHAM dalam membantu negara di bidang HAM, negara itu sendiri juga perlu memperbaiki kondisi HAM-nya melalui komitmen dan cerita positif masing-masing agar dapat menginspirasi. 

Presiden Dewan HAM yang juga hadir dalam pidatonya menyatakan pentingnya inisiatif lintas wilayah dari 13 negara dan Uni Eropa tersebut karena menunjukkan peran dan dampak Dewan HAM terhadap kehidupan sehari-hari individu.

Sejak awal Indonesia terlibat dalam inisiatif yang diluncurkan Uni Eropa ini bersama 13 negara lainnya. 

“Good Human Rights Stories” merupakan suatu inisiatif aliansi global untuk HAM yang dimajukan oleh Uni Eropa dan sejumlah mitra negara termasuk Indonesia serta wakil LSM dan Media Internasional. 

Inisiatif ini memajukan pendekatan baru dalam pemajuan dan perlindungan HAM berbasis pada keberhasilan dan upaya nyata negara di bidang HAM dan diharapkan memberikan inspirasi bagi negara lain. 

Peluncuran di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari peluncuran inisiatif “Good Human Rights Stories” di sela-sela persidangan Majelis Umum PBB ke-73 bulan September 2018 yang dihadiri Sekjen PBB, Komisaris Tinggi HAM PBB, Wakil Presiden/Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Menlu RI dan Menteri negara peserta lainnya.

Inovasi “Good Human Rights Stories” diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional untuk penguatan kapasitas negara dalam memenuhi kewajiban HAM-nya, baik secara mandiri maupuan melalui kerja sama bilateral dan multilateral. 

Baca juga: PBB apresiasi kemajuan HAM di Indonesia

Baca juga: KT HAM PBB tidak akan tindaklanjuti petisi dari Benny Wenda

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pangeran Philip tidak akan dituntut karena kecelakaan mobil

London, (ANTARA News) – Pangeran Philip, suami Ratu Inggris Elizabeth II, tidak akan menghadapi tuntutan atas kecelakaan mobil yang terjadi bulan lalu dan melukai dua perempuan serta menyebabkan Land Rover miliknya terbalik.

Duke of Edinburgh berusia 97 tahun itu, lolos tanpa cedera dalam kecelakaan pada 17 Januari, saat mobilnya bertabrakan dengan sebuah mobil yang tengah melaju di dekat kediaman kerajaan Sandringham di Inggris timur.

Pengemudi lainnya adalah perempuan berusia 28 tahun, mengalami cedera di bagian lutut. Seorang penumpangnya yang juga perempuan berusia 45 tahun juga membawa bayi berusia sembilan bulan di dalam mobil tersebut, mengalami patah pergelangan tangan, Reuters mengabarkan.

Insiden tersebut memicu perdebatan di Inggris soal apakah pangeran Philip masih boleh mengendarai mobil pada usia senjanya. Dia menerima peringatan dari kepolisian lantaran berkendara tanpa sabuk pengaman hanya dua hari berselang setelah kecelakaaan tersebut. Sebelumnya bulan ini pangeran dengan sukarela menyerahkan SIM miliknya.

“Kami memperhitungakn semua keadaan dalam kasus ini, temasuk tingkat kesalahan, usia pengemudi dan penyerahan SIM,” kata Crown Prosecution Service dalam satu pernyataan, Kamis.

“Kami memutuskan bahwa kasus ini tidak akan menjadi kepentingan umum untuk menuntut.”

Philip pensiun dari kehidupan publik pada 2017, akan tetapi masih kerap terlihat bersama istrinya yang berusia 92 tahun di sejumlah acara resmi.

Di Inggris tidak ada usia legal untuk berhenti mengendarai kendaraan, namun para pengemudi yang berusia diatas 70 tahun harus memperbaharui SIM mereka setiap tiga tahun sekali.

Pada 2016, Philip pernah mengendarai mobil untuk Presiden AS pada waktu itu, Barack Obama beserta istri Michelle Obama untuk mengantarkan mereka makan siang di Windsor Castle saat kunjungan negara ke Inggris.

Hal tersebut memancing Obama untuk berkomentar: “Saya harus katakan bahwa saya belum pernah disopiri oleh Duke of Edinburgh sebelumnya, tetapi saya bisa melaporkan bahwa pangeran Philip membawa mobil dengan sangat mulus.”

Penyunting: Asri Mayang Sari
 
Baca juga: Alasan keluarga kerajaan Inggris jarang pakai sabuk pengamanBaca juga: Alasan keluarga kerajaan Inggris jarang pakai sabuk pengaman
Baca juga: Ratu Elizabeth menyetir tanpa sabuk pengaman sehari setelah suaminya kecelakaan
Baca juga: Suami Ratu Elizabeth pensiun dari tugas kerajaan
Baca juga: Alasan keluarga kerajaan Inggris jarang pakai sabuk pengaman

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden microsoft, Paus gelar pertemuan bahas kecerdasan buatan

Vatican City, (ANTARA News) – Presiden Microsft Brad Smith menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, Rabu, untuk membahas etika penggunaan kecerdasan buatan, kata Vatikan.

Kedua tokoh tersebut juga akan membahas cara untuk menjembatani kesenjangan digital antara negara-negara kaya dan miskin, sebagaimana diberitakan Reuters.

Direktur perusahaan teknologi ternama dan pemimpin Katolik Roma berusia 81 tahun tersebut menggelar pembicaraan selama sekitar 30 menit di kediaman Sri Paus.

Paus Fransiskus sebelumnya pernah melontarkan pernyataan bahwa dia adalah orang yang “gaptek” (gagap teknologi).

Keduanya membahas “kecerdasan buatan untuk tujuan kebaikan bersama serta berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di tingkat global,” kata pernyataan Vatikan.

Smith (60) dalam wawancara dengan harian Vatikan L`Osservatore Romano mengatakan bahwa “etika kuat dan peraturan baru yang berkembang” dibutuhkan agar kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tidak jatuh ke tangan yang jahat.

Vatikan mengatakan bahwa Akademi Kepausan untuk Pendidikan akan bergabung bersama Microsoft untuk menjadi sponsor hadiah desertasi doktor terbaik 2019 mengenai tema “Kecerdasan buatan untuk melayani kehidupan manusia.”

Akademi Kepausan untuk Pendidikan adalah lembaga pedidikan yang berfokus pada etika kehidupan yang dianut Gereja Katolik.
Penyunting: I Wayan Yoga

Baca juga: Bos-bos Silicon Valley justru larang anak mereka main medsos
Baca juga: Waktu berkualitas antara orangtua-anak kurangi kecanduan gawai

 

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

11 negara eu sudah penuhi sasaran energi terbarukan tahun 2020

Brussel,   (ANTARA News) – Uni Eropa (EU) memproduksi 17,5 persen kebutuhan tenaga listriknya dari sumber-sumber terbarukan pada 2017, sementara 11 dari 28 anggota EU sudah mencapai sasaran tahun 2020 sedikitnya 20 persen, menurut data terbaru Eurostat.

Sumber-sumber energi tenaga terbarukan seperti angin, air dan sinar matahari, tercatat 17 persen dari campuran energi di EU tahun 2016 dan 8,5 persen tahun 2004, tahun pertama angka-angka yang ada, kata Eurostat.

Sasaran tahun 2020 merupakan batu loncatan untuk mencapai target 32 persen pada 2030, seperti diberitakan Reuters.

“Uni Eropa berada di jalur tepat untuk memenuhi sasaran terbarukannya tahun 2020, dengan 11 negara anggota sudah berada di atas target nasional mereka,” kata Komisaris Iklim Miguel Arias Canete, yang mengimbau blok itu untuk mencapai emisi nol.

Laporan itu menyebutkan Swedia memiliki saham tertinggi dari konsumsi energi terbarukan, dengan lebih dari setengah energinya berasal dari sumber-sumber terbarukan pada tahun 2017.

Luxembourg memiliki proporsi paling rendah, dengan sumber-sumber energi terbarukan hanya 6,4 persen dari penggunaan energi.

Hingga 2017, Belanda, Prancis, Irlandia, Inggris, Polandia dan Belgia termasuk di antara negara-negara anggota EU yang masih belum mencapai sasaran yang mereka tetapkan tahun 2020.

Baca juga: Pohon tenaga surya eTree pertama Eropa ditanam di PrancisLembaga Lingkungan Hidup Eropa mengatakan tahun lalu bahwa perubahan blok itu menuju energi terbarukan berjalan lamban. Keadaan itu menyebabkan kemampuan untuk mencapai sasarannya pada tahun 2020 dan 2030 belum terlihat.

Sasaran-sasaran tersebut merupakan bagian dari kebijakan bersama blok itu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan sedikitnya 40 persen di bawah tingkat tahun 1990 pada tahun 2030, sesuai dengan Perjanjian Paris guna menjaga pemanasan global berada di bawah 2 derajat.

 Penyunting: M. Anthoni

Baca juga: Peneliti sarankan pembentukan “green banking” untuk danai proyek energi terbarukan
Baca juga: Ini respon Jonan saat Finlandia tawarkan kerja sama energi terbarukan
Baca juga: Sultra-Korsel kembangkan energi terbarukan

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Erdogan: Turki akan buru semua kelompok teror

Ankara, Turki,   (ANTARA News ) – Turki akan memburu semua kelompok teror yang digunakan sebagai alat untuk menjadikannya tawanan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Selasa.

Ketika berbicara dalam satu pertemuan terbuka di Provinsi Laut Hitam, Kastamonu, Erdogan mengatakan Turki “telah berjuang di wilayahnya selama seribu tahun”.

Baik “kelompok separatis PKK, FETO –yang kejam, atau kelompok produk-proyek Da`esh”, presiden Turki tersebut kembali berikrar akan melawan terorisme, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

“Kami telah memburu mereka dan akan terus memburu mereka di Gunung Cudi, Gabar dan Tendurek dan bahkan di Qandil,” kata Erdogan.

Mengenai serangan terhadap Turki, ia mengatakan, “Baru-baru ini, mereka berusaha menghentikan pembangunan (di Turki) dengan menghalangi kemajuan kita.”

“Politisi yang tak memiliki visi dan birokrat yang tak berkualitas” dimanfaatkan sebagai alat, kata Erdogan. Ia menambahkan ekonomi juga dimanfaatkan sebagai senjata dengan menggunakan “pembenaran sederhana”.

Mereka kadangkal menyusul pertengkaran di dalam masyarakat Turki dengan memanfaatkan perpecahan seperti sayap-kanan, sayap-kiri, sekuler, non-sekuler, Alevi dan Suni, katanya.
 Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: Erdogan katakan Turki siap ambil alih Kota Manbij, Suriah
Baca juga: Presiden Turki berikrar akan terus hancurkan pelaku teror
Baca juga: Presiden Turki berikrar akan terus hancurkan pelaku teror

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pangeran Philip dari Inggris serahkan SIM setelah tabrakan

London (ANTARA News) – Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, secara sukarela menyerahkan surat izin mengemudinya setelah dia mengalami kecelakaan lalu lintas bulan lalu, Istana Buckingham mengatakan pada Sabtu (9/2).

Pangeran Philip, 97 tahun, tak mengalami luka-luka pada 17 Januari ketika mobil Land Rover yang ia kemudikan terguling dalam tabrakan dengan sebuah mobil di dekat kediaman keluarga kerajaan di Sandringham di bagian timur Inggris.

“Setelah mempertimbangkan dengan seksama, (Pangeran Philip yang bergelar) The Duke of Edinburgh, telah mengambil keputusan untuk secara sukarela menyerahkan SIM-nya,” demikian diumumkan istana kerajaan dalam sebuah pernyataan.

Pengemudi lain, seorang wanita yang berusia 28 tahun, menderita luka-luka di bagian lututnya dan seorang wanita penumpang di dalam mobil itu, yang membawa seorang bayi berusia sembilan bulan, mengalami patah pada bagian pergelangan tangan.

Para saksi mata mengatakan Philip ditarik ke jalan utama dari mobil yang dia kemudikan.

Philip, yang mengalami gangguan pada matanya karena kecelakaan itu, dua hari setelah tabrakan tersebut juga menerima peringatan dari polisi karena mengemudi tanpa menggunakan sabuk pengaman.

Baca juga: Alasan keluarga kerajaan Inggris jarang pakai sabuk pengaman
Baca juga: Ratu Elizabeth menyetir tanpa sabuk pengaman sehari setelah suaminya kecelakaan

Kepolisian Norfolk membenarkan bahwa Philip secara sukarela menyerahkan SIM-nya kepada petugas pada Sabtu. Dikatakan, SIM itu akan diserahkan selanjutnya kepada DVLA, otoritas yang mengeluarkan SIM di Inggris.

“Hasil investigasi atas tabrakan (17 Januari) telah diserahkan ke Layanan Penuntutan Mahkota untuk diambil pertimbangan,” tambahnya.

Philip tak lagi menjalani kehidupan publik pada 2017, walaupun ia masih sesekali tampak bersama dengan istrinya yang berusia 92 tahun pada acara-acara resmi.

Baca juga: Suami Ratu Elizabeth pensiun dari tugas kerajaan

Di Inggris, tak ada batasan umur untuk mengemudi, tetapi pengemudi yang sudah berusia di atas 70 tahun harus memperbarui SIM mereka tiap tiga tahun.

Philip mengendarai sebuah mobil, dengan penumpang Presiden Amerika Serikat saat itu Barack Obama dan istrinya Michele, menuju jamuan makan siang di Windsor Castle ketika Obama dan Michele melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 2016. Kemudian Obama berujar, “Saya harus katakan saya tak pernah naik mobil dengan sopir seorang Duke of Edinburgh sebelumnya, tapi saya dapat laporkan perjalanan sangat mulus.”

Ratu Elizabeth, pengemudi militer terlatih dalam Perang Dunia Dua, dikatakan telah mengagetkan Raja Abdullah dari Arab Saudi, yang waktu itu putera mahkota, dengan duduk di belakang kemudi dan membawanya berkeliling melihat-lihat kawasannya dalam kunjungan ke Inggris pada 1998.

Pada saat itu, kaum wanita dilarang mengemudi di Arab Saudi.

Baca juga: Ratu Elizabeth jenguk Pangeran Philip di rumah sakit

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pameran di London lukiskan kehidupan dan warisan Mandela

London (ANTARA News) – Satu pameran yang menggambarkan perjalanan hidup dan warisan Nelson Mandela dibuka di London pada Jumat (8/2).

Jam tangan yang selalu digunakan kemana dia pergi ke berbagai negara di dunia sebagai presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan termasuk salah satu benda yang dapat ditemukan dalam pameran interaktif itu.

Para pengunjung dapat menyaksikan perjalanan hidup Mandela termasuk masa kanak-kanaknya sebagai putera seorang pemuka di pedesaan Eastern Cape, penahanannya selama 27 tahun dan berakhirnya apartheid ketika ia menjadi presiden pada 1994. Mandela wafat pada 2013 dalam usia 95 tahun, demikian Reuters melaporkan.

Baca juga: Presiden Xi: Mandela pejuang kemanusiaan

Baca juga: Wisata Afrika Selatan untuk pencinta satwa hingga pengagum Nelson Mandela

Para pengunjung pameran juga bisa menyaksikan lebih 150 benda yang belum pernah dipamerkan sebelumnya antara lain pakaian, poster-poster kampanye dan dokumen-dokumen perjalanan yang dipinjam dari keluarga peraih Hadiah Perdamaian Nobel dan museum-museum serta arsip dari berbagai negara.

London merupakan kota pertama yang memerkan pertunjukan tur “Mandela: The Official Exhibition” sebelum diadakan secara tetap di kota kelahirannya Mvezo.

“Ini tanggung jawab generasi kita untuk menjamin bahwa kita merekam sejarah bagi generasi-generasi yang akan datang untuk memahami karakter dan memahami capaian Nelson Mandela yang gemilang,” kata Zelda La Grange, pembantu pribadi presiden dan kurator tamu pameran itu.

Redaktur: Gusti Nur Cahya Aryani

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesawat Norwegia mendarat di Stockholm karena ancaman bom

Stockholm (ANTARA News) – Sebuah pesawat maskapai Norwegia, Air Shuttle, dengan 169 penumpang di dalamnya kembali ke Bandara Arlanda di luar Stockholm dan dievakuasi pada Kamis (7/2) setelah mendapat ancaman bom, kata Kepolisian Swedia.

Kepolisian mengatakan ada ancaman bom terhadap pesawat tertentu yang kini mendarat di Arlanda.

“Ketika evakuasi selesai, pesawat akan digeledah oleh satuan penjinak bom nasional,” kata Juru Bicara Kepolisian Towe Hagg.

Televisi Swedia mengatakan pesawat itu mengangkut beberapa anggota tim renang Swedia yang berangkat ke Prancis untuk mengikuti perlombaan dan kamp pelatihan.

“Semua orang duduk dengan tenang dan menunggu kapan kami bisa turun dari pesawat,” kata perenang gaya bebas Isak Eliasson seperti dikutip SVT.

Otoritas Norwegia mengatakan ada ancaman terhadap pesawat dengan nomor penerbangan DY4321 yang terbang dari Arlanda menuju Nice di Prancis.

Baca juga: Air Mata, Karangan Bunga, Lilin, Bendera: Oslo Berduka

 
Sumber: Reuters
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rusia siap pertimbangkan usulan pakta nuklir AS

Moskow (ANTARA News) – Rusia siap mempertimbangkan beberapa usulan baru dari Amerika Serikat (AS) untuk mengganti pakta nuklir era Perang Dingin, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Kamis.

Menurut dia, pakta yang kini dibekukan itu bisa diganti perjanjian dengan ruang lingkup yang lebih luas dan meliputi lebih banyak negara.

Rusia akhir pekan lalu membekukan perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) setelah Washington mengumumkan pihaknya akan mundur dari perjanjian itu dalam waktu enam bulan kecuali jika Rusia mengakhiri hal yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap pakta itu. Moskow, di sisi lain, membantah tuduhan AS tersebut.

Perjanjian yang disahkan pada 1987 itu membatasi persenjataan rudal jarak menengah dua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia tersebut. Meskipun demikian, kedua negara itu bebas untuk memproduksi dan mengerahkan rudal-rudalnya.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan bahwa dia ingin menggelar pembicaraan yang bertujuan untuk membuat perjanjian kontrol persenjataan baru.

“Tentu saja kami telah melihat rujukan dalam pernyataan Presiden Trump mengenai kemungkinan sebuah perjanjian baru yang akan ditandatangani di ruangan yang indah dan oleh karena itu, perjanjian ini juga harus memasukkan negara-negara lain sebagai pesertanya,” kata Ryabkov.

“Kami menunggu usulan ini diwujudkan dan dibakukan…,” kata Ryabkov dalam konferensi pers di Moskow.

Ryabkov mengatakan AS belum mengirimkan usulan konkret mengenai pakta baru itu kepada Moskow.

Baca juga: AS beri Rusia ultimatum 60 hari untuk patuhi Perjanjian Nuklir
Baca juga: Mundurnya AS dari perjanjian nuklir bukan sinyal Perang Dingin baru

 
Sumber: Reuters
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NATO umumkan London jadi tuan rumah KTT Desember

Brussel (ANTARA News) – Para pemimpin sekutu NATO akan menggelar pertemuan pada Desember di London, kata Sekretaris Jenderal aliansi militer Negara Barat, Jens Stolenberg, dalam satu pernyataan, Rabu.

Pemilihan lokasi menambahkan simbolisme, saat Inggris tengah bersiap-siap meninggalkan Uni Eropa bulan depan seraya menegaskan bahwa NATO akan mempertahankan peran utama dalam keamanan benua tersebut.

KTT NATO terakhir, yang digelar di markasnya di Brussel pada Juli, melihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresahkan banyak sekutu Eropa, termasuk Jerman. AS menuntut Jerman agar menggelontorkan dana lebih banyak untuk pertahanan mereka dan mengurangi apa yang disebutnya ketergantungan mereka pada Rusia untuk sebagian besar kebutuhan energi mereka, demikian Reuters melaporkan.

Baca juga: NATO minta Rusia laksanakan tanggung jawab di Suriah

Baca juga: Trump tuduh Jerman jadi “tawanan” Rusia dalam NATO

Stoltenberg mengatakan: “Kami berterima kasih kepada Inggris karene bersedia menjadi tuan rumah untuk pertemuan ini, yang memasuki tahun ke-70 berdirinya NATO.

“London merupakan rumah bagi markas pertama NATO. Inggris merupakan salah satu dari 12 anggota pendiri NATO dan terus memainkan peran utama dalam Aliansi tersebut, memberikan kontribusi penting bagi keamanan bersama kami.”

“Pertemuan di London akan menjadi satu kesempatan … untuk membicarakan tantangan keamanan yang kita hadapi sekarang dan di masa yang akan datang, serta memastikan bahwa NATO terus beradaptasi untuk menjaga keselamatan populasinya yang hampir berjumlah satu miliar orang.”

Redaktur: Asri Mayang Sari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para menteri Inggris diam-diam bahas penundaan Brexit

London (ANTARA News) – Para menteri Inggris secara diam-diam mengadakan pertemuan untuk membahas rencana menunda Brexit (pemisahan Inggris dari Uni Eropa) sekitar enam pekan, harian The Telegraph melaporkan, Selasa (5/2).

Penundaan itu akan memundurkan Brexit menjadi 24 Mei. Saat ini, Inggris berencana meninggalkan Uni Eropa (EU) pada 29 Maret 2019.

Para menteri berharap EU akan menyetujui “masa tenggang” dua bulan setelah 29 Maret, kalau-kalau kesepakatan yang diajukan Perdana Menteri Theresa May lolos di parlemen, untuk menambah waktu bagi pembuatan undang-undang, menurut laporan The Telegraph.

May akan menuju Brussel pada Kamis untuk meminta para pemimpin EU menerima perubahan-perubahan yang mengikat secara hukum atas pengaturan perbatasan Irlandia dalam kesepakatan pemisahan Inggris atau menghadapi kemungkinan kekacauan karena tidak ada kesepakatan soal Brexit.

London dan Brussel mempermasalahkan apakah kesepakatan Brexit yang sekarang sudah ditutup pada November bisa diubah, sehingga memberi peluang kemungkinan penangguhan untuk Brexit, detik-detik penentuan apakah sepakat atau tidak sepakat soal Inggris keluar dari EU.

Baca juga: Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit
Baca juga: Inggris pererat hubungan dengan ASEAN antisipasi pasca-Brexit

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prancis, Jerman umumkan kontrak pertama pembuatan jet tempur

Paris (ANTARA News) – Prancis dan Jerman pada Rabu akan mengumumkan kontrak pertama selama dua tahun bernilai 65 juta euro (sekitar satu triliun rupiah), yang didanai secara setara oleh keduanya, untuk merancang jet tempur masa depan, menurut sumber di militer Prancis.

Dassault Aviation dan Airbus yang akan membangun jet, yang diharapkan akan menggantikan Rafale dari Dassault dan Eurofighter dari Jerman pada 2024, akan mulai mengerjakan konsep dan perancangan, menurut sumber tersebut.

Kedua perusahaan diperkirakan akan mendemonstrasikan pesawat dan mesinnya pada pertengahan 2019.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Markel pertama kali mengumumkan rencana tersebut pada Juli 2017 untuk Sistem Pesawat Tempur Masa depan (FCAS), yang akan meliputi jet tempur dan senjata terkait, termasuk `drone` (pesawat nirawak).

Setelah hampir dua tahun persiapan kedua perusahaan, kesepakatan pada Rabu dan penandatanganan kontrak akan membuka jalan sesungguhnya bagi dimulainya program tersebut.

Airbus dan Dassault telah menunggu penandatanganan pertama kontrak-kontrak untuk mengawali pelaksanaan proyek baru tersebut.

Perusahaan mesin pesawat Safran dari Prancis dan MTU Aero dari Jerman diharapkan membentuk satuan tugas bersama untuk mengembangkan mesin pesawat baru sedangkan perusahaan elektronik Prancis Thales dan pembuat roket Eropa MBDA juga akan ikut serta dalam proyek.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly dan Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen akan memimpin upacara penandatanganan yang berlangsung di Safran, di barat daya Prancis, Rabu.

Jerman melepaskan kendala terbesar untuk mencapai kemajuan dalam proyek itu pekan lalu ketika negara itu tunduk pada permintaan Prancis serta mengeluarkan pesawat siluman F-35 buatan Lockheed Martin dari tender multimiliar euro untuk menggantikan jet tempur tua Tornado, yang bisa mengangkut senjata nuklir AS.

Prancis dan Jerman akan menambahkan Spanyol sebagai mitra penuh dalam program tersebut pada musim panas, kata beberapa sumber kepada Reuters pada Desember.

Inggris, yang akan meninggalkan Uni Eropa pada Maret, memperlihatkan program pembangunan pesawat saingannya, yang disebut Tempest, dalam pameran dirgantara Farnborough pada Juli.

Baca juga: Merkel-Macron perdalam kerja sama Franco-Jerman dan perkuat UE

Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Denmark usir dua karyawan Huawei pelanggar izin kerja

Kopenhagen (ANTARA News) – Pihak berwenang Denmark mengusir dua anggota staf Huawei Technologies setelah pemeriksaan di perusahaannya di Kopenhagen menunjukkan bahwa mereka melanggar hukum terkait izin tinggal dan izin bekerja, kata kepolisian, Senin.

Polisi mengatakan inspeksi terhadap perusahaan China cabang Kopenhagen itu merupakan bagian dari penyelidikan rutin yang dilakukan pihak berwenang di sejumlah lokasi yang banyak pekerja asing.

Empat anggota staf Huawei didakwa setelah pemeriksaan pada Kamis, yang dua di antaranya kemudian diusir dari negara tersebut, kata juru bicara kepolisian Kopenhagen.

Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.

Juru bicara tidak mengungkapkan apakah mereka yang didakwa itu berkewarganegaraan China.

Dia mengatakan inspeksi tersebut tidak ada kaitannya dengan berita utama baru-baru ini, seputar maraknya pengawasan terhadap hubungan Huawei dengan pemerintah China serta sejumlah tuduhan bahwa Beijing dapat memanfaatkan teknologinya untuk melakukan pengintaian, tuduhan yang dibantah perusahaan tersebut.

Tidak ada satu pun perwakilan Huawei di Kopenhagen yang dapat dihubungi melalui telepon. Perusahaan tersebut juga belum menjawab sejumlah pertanyaan yang dikirim melalui surat elektronik.

Baca juga: Komentari kasus Huawei, duta besar Kanada untuk China dipecat
Baca juga: Huawei barambisi kuasai pasar ponsel dunia

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turki katakan negara-negara pendukung Guaido picu krisis Venezuela

Istanbul (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Ahad negara-negara yang mengakui presiden sementara Venezuela Juan Guaido memicu masalah Venezuela dan menghukum jutaan rakyatnya.

Turki telah mendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbeda dari Amerika Serikat dan Kanada sebagai sekutu-sekutunya di NATO, dan beberapa negara berhaluan kanan di Amerika Latin yang telah mengakui langkah Guaido –yang memproklamirkan diri sendiri sebagai pemimpin sementara.

Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang telah memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan Karakas, menyeru Maduro bulan lalu untuk tetap tegus melawan apa yang ia lukiskan “pembangunan anti-demokrasi”.

Menlu Cavusoglu mengatakan pada Ahad negara-negara yang mendukung Guaido hendaknya bekerja mendorong perundingan guna menyelesaikan krisis Venezuela.

“Inilah masalah sebuah negara, ada percikan api yang bisa berubah menjadi kebakaran kapan saja. Dalam perkara ini, mereka sebaiknya menyumbang bagi solusi masalah melalui dialog,” kata Cavusoglu kepada wartawan di Istanbul.

“Tetapi apakah itu bagaimana mereka menangani berbagai hal. Tidak. Sebaliknya, hal itu dipicu dari luar. Rakyat Venezuela sedang dihukum pendekatan seperti itu,” kata dia.

Cavusoglu mengatakan Turki telah berusaha memprakarsai pembicaraan mengenai Venezuela tahun lalu antara Washington dan negara-negara Amerika Latin. “Tapi hari ini tak satu negarapun yang telah mengambil langkah-langkah terhadap Venezuela mengupayakan dialog.”

Perbedaan pandangan mengenai Venezuela dapat menjadi titik gesekan serius lain antara Washington dan Ankara, yang juga sudah mengambil kebijakan berbeda di Suriah, sanksi Iran dan rencana Turki membeli sistem pertahanan peluru kendali Rusia.

Pada Jumat Marshall Billingslea, asisten menteri AS untuk urusan pembiayaan teroris di Departemen Keuangan, mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Turki mengenai sanksi-sanksi atas Venezuela dan Iran.

Seorang pejabat senior AS mengatakan pekan lalu, Washington sedang mempelajari kegiatan-kegiatan komersial Turki dengan Venezuela dan akan mengambil tindakan “jika kami menilai ada pelanggaran atas sanksi-sanksi kami”.

Para pejabat Turki mengatakan perdagangan Ankara sesuai dengan hukum dan regulasi internasional, demikian Reuters.

(Uu.M016)
 

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Damkar selamatkan 200 orang dalam insiden salju tebal di Italia

Milan (ANTARA News) – Ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan yang disebabkan salju tebal di Jalan A22 pada Sabtu (2/2)sementara petugas pemadam kebakaran telah menyelamatkan 200 orang beberapa jam terperangkap di dalam mobil dan bus.

Antrean kendaraan di jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di timur laut negara itu dengan Austria mencapai 16 km, kata juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Otonomi Bolzano.

Dia menambahkan pihaknya mengalami kesulitan untuk menghitung jumlah kendaraan yang terjebak salju namun mereka menyebut jumlahnya “ribuan.”

Dia mengatakan mobil-mobil pemadam kebakaran digunakan untuk mengevakuasi sekitar 200 orang yang membutuhkan pertolongan setelah mereka terperangkap selama beberapa jam di bawah suhu beku.

Akibat cuaca buruk, beberapa kendaraan berat yang tidak dilengkapi dengan fitur sirkulasi udara untuk cuaca dingin, menepi, memblokir lalu lintas.

Pada Sabtu pagi, longsoran salju menerjang jalan tersebut, namun tidak ada kendaraan yang melintas saat itu.

Beberapa jalur mulai bergerak pada sore, namun masih banyak kendaraan yang terjebak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca juga: 24 orang tewas akibat salju longsor di Italia
Baca juga: Juventus vs Atalanta ditunda karena stadion diselimuti salju

Sumber: Reuters 
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratu Elizabeth II akan dievakuasi bila terjadi kerusuhan Brexit

London (ANTARA News) – Para pejabat Inggris telah mengaktifkan kembali rencana darurat era Perang Dingin untuk memindahkan keluarga kerajaan bila terjadi kerusuhan di London, lapor dua surat kabar yang terbit pada Minggu.

Langkah itu diambil bila proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (EU) atau Brexit mengalami kendala.

“Langkah darurat ini telah ada sejak era Perang Dingin, namun saat ini ditujukan dalam keadaan kekacauan sipil setelah Brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Sunday Times. Harian itu mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dari Kantor Kabinet yang menangani masalah-masalah sensitif pemerintahan.

Harian Mail on Sunday pada Minggu juga mengatakan pihaknya mendengar beberapa rencana untuk memindahkan keluarga kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth II, ke sejumlah lokasi aman yang jauh dari London.

Pemerintah Inggris tengah berjuang untuk mendapatkan dukungan parlemen untuk menyetujui kesepakatan transisi dengan EU sebelum batas waktu Brexit pada 29 Maret mendatang. Pada saat yang sama, pemerintah dan pelaku bisnis juga menyiapkan rencana cadangan bila Brexit tidak menghasilkan kesepakatan.

Kelompok-kelompok bisnis telah memperingatakan kerusuhan kemungkinan akan terjadi bila terjadi penundaan panjang terhadap impor EU akibat pemeriksaan baru bea cukai. Mereka juga memperingatkan kemungkinan kelangkaan pangan dan obat-obatan.

Pidato tahunan Ratu, yang berusia 92 tahun tersebut, kepada organisasi-organisasi perempuan setempat pada bulan lalu secara luas dianggap sebagai seruan bagi para politikus untuk mencapai kesepakatan Brexit.

Legislator pendukung Brexit Jacob Rees-Mogg mengatakan kepada Mail on Sunday bahwa penerapan rencana itu menunjukkan kepanikan yang tidak perlu oleh para pejabat terkait Brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan. Dia mengatakan keluarga kerajaan sebelumnya tetap tinggal di London saat pengeboman Perang Dunia II.

Tapi, Sunday Times mengatakan seorang mantan perwira kepolisian yang ditugaskan mengawal keluarga kerajaan, Dai Davies, memperkirakan Ratu Elizabeth II akan dipindakan ke luar London jika terjadi kerusuhan.

“Jika terjadi masalah di London, sudah pasti Anda akan memindahkan keluarga kerajaan menjauh dari lokasi-lokasi penting itu,” kata Davies, yang dikutip media tersebut.

Baca juga: Ratu Elizabeth II restui PM Inggris memulai Brexit
Baca juga: PM Inggris presentasikan delapan RUU Brexit

 
Sumber: Reuters
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan orang ikuti pawai antipemerintah di Beograd

     Beograd, Serbia (ANTARA News) – Ribuan warga negara Serbia berkumpul untuk sembilan kali berturut-turut di Ibu Kota Serbia, Beograd, guna memprotes pemerintah.

        Puluhan ribu demonstran turun ke jalan di ibu kota Serbia untuk memperlihatkan ketidakpuasan mereka, sambil membawa spanduk bertuliskan “Satu dari lima juta”.

        Apa yang disebut sebagai protes “satu dari lima juta” itu dimulai pada 8 Desember 2018, setelah satu peristiwa pada 23 November, ketika seorang politikus oposisi Borko Stefanovic diserang dan dipukuli di kota kecil Kursevac di bagian selatan negeri tersebut.

        Pawai pada Sabtu menandai protes rutin kesembilan berturut-turut di Beograd.

        Satu pawai luar biasa diselenggarakan pada 16 Januari, ketika pemrotes menggelar peringatan pertama pembunuhan yang tak terselesaikan atas politikus Serbia Kosovo Oliver Ivanovic di Kosovska Mitrovica, Kosovo.

        Protes hanya direncanakan untuk diselenggarakan di Beograd tapi pada Januari rakyat di lebih dari 30 kota besar dan kecil bergabung dengan gerakan itu dengan menyelenggarakan protes mereka sendiri.

        Warga di sebanyak 20 kota besar dan kecil telah mengumumkan mereka akan menggelar pertemuan terbuka pada Februari, kata penyelenggara, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu pagi.

        Salah satu kota terbesar seperti Nis, Novi Sad, Kragujevac, Vranje, Cacak, Mladenovac, Pozarevac dan Uzice sudah menyelenggarakan protes.

        Protes rutin dimulai pada pukul 18.00 waktu setempat di Bundaran Pelajar di pusat Kota Beograd. Setelah pidato, massa bergerak ke gedung Parlemen, Istana Presiden, gedung lembaga penyiaran publik, RTS, dan kadangkala ke gedung pemerintah.

        Pemrotes membawa spanduk yang bertuliskan, “Bangunlah Serbia”, “Vucic gugur, kapitalisme gugur” dan “Kami bersama rakyat”.

        “Protes Terhadap Kediktatoran” adalah kelompok yang secara resmi menyelenggarakan protes itu.

        Kelompok yang sama menyelenggarakan protes massa sebelumnya, setelah Alekzandar Vucic, Presiden Serbia saat ini terpilih pada 2016.

        Sementara itu, banyak anggota partai oposisi juga ikut dalam protes tersebut.

        Tuntutan utama pemrotes adalah pengawasan yang lebih baik atas proses pemilihan umum dan kampanye serta sanksi pidana buat mereka yang melakukan pelanggaran kampanye.

        Pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Nebojsa Steganovic, karena ia diduga menghina pemrotes, juga menjadi salah satu tuntutan pengunjuk rasa.

        Mereka juga ingin penyelesaian kasus pembunuhan politikus Serbia Kosovo Oliver Ivanovic.

        Selain itu, mereka menuntut wakil dalam protes diberi waktu lima menit dalam tayangan berita utama lembaga penyiaran publik, RTS, dan kehadiran yang lebih rutin politikus oposisi di RTS.

        Sementara itu, Vucic berkeras bahwa ia takkan menyerah terhadap “pemerasan dari politisi oposisi” tapi telah menambahkan ia bersedia bertemu dan mendengar dari warga yang tidak puas terhadap pemerintahannya.

        Vucic juga mengatakan jika oposisi menginginkan pemilihan umum sela, ia siap melakukannya dan, jika ia kalah, ia siap melepaskan semua jabatannya.

        Namun, partai oposisi di Aliansi mengatakan mereka takkan ikut dalam pemilihan umum sela.

        Aliansi bagi Serbia, kelompok longgar 30 organisasi dan partai oposisi sekarang memainkan peran penting dalam mengumpulkan pemrotes.

        Vucic dan koalisinya memiliki mayoritas 160 kursi di Parlemen, yang memiliki 250 anggota.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Tia Mutiasari
 

Pewarta:
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019