Uni Eropa serukan gencatan senjata di Libya

Antara

Luksemburg (ANTARA) – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini pada Senin menyerukan gencatan senjata di Libya dan kembali ke perundingan politik saat pertempuran antar faksi yang bermusuhan kian memanas.

Mogherini, yang memimpin rapat para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, mengatakan pesan Eropa harus “menerapkan secara penuh gencatan senjata demi kemanusiaan … dan untuk menghindari aksi militer dan eskalasi lebih lanjut serta kembali ke jalur politik.”

Mogherini, yang juga berbicara dengan utusan khusus PBB untuk Libya, Ghassan Salame pada Senin pagi, menuturkan bahwa para menteri Uni Eropa bersatu menyuarakan seruan G7 bagi komandan militer Libya Khalifa Haftar agar berhenti menuju Tripoli.

Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Haftar mengatakan pada Jumat, bahwa pasukannya bergerak menuju pinggiran selatan Tripoli dan merebut bekas bandara internasional mereka, dengan mengancam pemerintahan yang diakui internasional yang bermarkas di Tripoli.

Serangan oleh LNA, yang bersekutu dengan pemerintahan pararel yang berbasis di kota timur utama Benghazi, mengintensifkan perebutan kekuasaan yang telah memecah negara penghasil minyak tersebut sejak tergulingnya Muammar Gaddafi pada 2011.

“Kita harus berupaya melakukan apapun guna menghentikan operasi militer, sehingga tidak terjadi perang sipil di Libya,” kata Menteri Luar Negeri Luxemburg, Jean Asselborn kepada awak media.

Sumber: Reuters
 

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan bahas kemungkinan operasi di Suriah dengan Putin

Moskow (ANTARA) – Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya berencana membahas kemungkinan operasi militer Turki di Suriah, saat menggelar pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, lapor Kantor Berita Rusia RIA, Senin.

Erdogan bersumpah akan menghancurkan pejuang Kurdi dukungan Amerika Serikat di sebelah timur Sungai Efrat di Suriah. Tahun lalu, ia juga menyatakan bahwa persiapan untuk operasi tersebut telat rampung.

Turki, sekutu Muslim utama Washington di dalam NATO, menganggap milisi Kurdi YPG Suriah sebagai musuh dan pihaknya turut campur tangan dalam menumpas pejuang dari wilayah barat Sungai Eufrat dalam kampanye militer selama dua tahun terakhir.

“Persiapan kami di perbatasan telah rampung, semuanya telah siap. Kita dapat memulai operasi tersebut kapan saja dan saya akan membahas isu ini secara empat mata (dengan Putin) saat berkunjung ke Rusia,” kata Erdogan seperti dikutip RIA.

Sumber: Reuters
Baca juga: PBB katakan Putin dan Erdogan harus hindarkan banjir darah di Idlib
Baca juga: Erdogan dan Putin sepakat selenggarakan KTT Suriah di Istanbul
Baca juga: Putin dan Erdogan kompak soal investigasi senjata kimia Suriah

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Oposisi Turki nyatakan masih unggul di Istanbul

Ankara (ANTARA) – Calon oposisi utama Turki di daerah pemilihan Istanbul mengatakan pada Jumat ia masih mengungguli saingannya setelah penghitungan kembali kertas-kertas suara tidak sah di hampir semua distrik kota itu yang diajukan oleh Partai AK pimpinan Presiden Tayyip Erdogan.

AKP, yang terpukul oleh ekonomi melambat, terhuyung-huyung akibat kekalahan di Istanbul, pusat komersial Turki, dan Ankara, ibu kota negara itu dalam pemilihan lokal pada Ahad. Berkuasa secara nasional sejak 2002, AKP dan para pendahulunya dari kelompok Islam telah mendominasi dua kota terbesar di Turki tersebut selama seperempat abad.

Calon walikota dari Partai Republik Rakyat (CHP), Ekrem Imamoglu, mengatakan ia unggul dengan meraih 18.742 suara dari saingannya dari AKP, mantan perdana menteri Binali Yildirim, setelah penghitungan ulang suara-suara tak valid di 17 dari 39 distrik di Istanbul dan mengatakan gap tidak akan mengubah banyak setelah penghitungan ulang berakhir.

“Dari yang saya lihat, penghitungan ulang akan berakhir akhir pekan. Kisaran suara 18.000-20.000, itulah apa yang semua simulasi tunjukkan. Jumlahnya sangat ketat,” kata Imamoglu kepada Fox TV Turki, dengan menambahkan kedua partai memperoleh tambahan suara dalam penghitungan ulang.

AKP mengatakan ada lebih 300.000 suara yang tidak valid di Istanbul dan di bawah 110.000 di Ankara.

Belum jelas penghitungan ulang akan dilakukan di berapa distrik di Istanbul – kota yang berpenduduk 15 juta jiwa. AKP telah meminta penghitungan ulang di semua 39 distrik di Istanbul dan seluruh 25 distrik di Ankara, tempat CHP yang sekuler telah meraih suara hampir 4 persen daripada pesaingnya.

Baik AKP maupun CHP telah mengklaim meraih kemenangan di Istanbul pada Ahad malam, tetapi hari berikutnya mereka mengatakan bahwa Imamoglu menyabet 25.000 suara mengungguli Yildirim.

Sumber: Reuters
Baca juga: Komisi Pemilu Turki: Penghitungan ulang suara pernah terjadi
Baca juga: Partai AK klaim menang dalam pemilihan wali kota Istanbul
Baca juga: Erdogan: Bangsa Turki berikan dunia pelajaran demokrasi

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Migran dan pengungsi bentrok dengan polisi di Yunani

Para migran dan pengungsi, yang mengatakan bahwa mereka berupaya melakukan perjalanan ke Eropa utara, terlibat bentrok dengan petugas polisi anti huru-hara di dekat kota Diavata di Yunani utara, Jumat (5/4 2019) ANTARA FOTO/REUTERS/Alexandros Avramidis/aww.

Menteri Yunani desak ratusan migran tinggalkan perbatasan

Athena (ANTARA) – Yunani pada Jumat mendesak ratusan migran dan pengungsi yang berkumpul di lapangan dekat perbatasan negara tersebut agar kembali ke pemukiman mereka atau mereka akan dikenai sanksi.

Sekelompok kecil orang, termasuk anak-anak, tiba di lapangan dekat kamp migran Diavata di dekat perbatasan dengan Macedonia Utara, Kamis.

Hingga Jumat pagi, terdapat lebih dari 100 tenda didirikan di lapangan tersebut. keberadaan mereka itu didorong adanya laporan di media sosial tentang gerakan terorganisasi untuk melintasi perbatasan barat daya Yunani dengan Albania pada awal April.

“Saya memohon kepada mereka sekarang … agar kembali ke pusat penampungan,” kata Menteri Migrasi Yunani, Dimitris Vitsas kepada stasiun TV pemerintah ERT.

“Bohong kalau perbatasan akan dibuka,” tegasnya. “Dalam sejumlah pakta internasional, ada kewajiban dan ada pula sanksi.”

Polisi memblokir akses rute dengan menempatkan sejumlah bus di area tersebut.

Puluhan ribu pengungsi dan migran, terutama dari Suriah, Irak dan Afghanistan, terjebak di Yunani sejak negara-negara Balkan menutup perbatasan mereka pada 2016. Rute tersebut merupakan jalan lintas utama menuju Eropa utara.

Vitsas menuturkan bahwa dirinya berharap para pengungsi dan migran meninggalkan lapangan tersebut malam ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: Penjaga pantai Yunani selamatkan 113 migran
Baca juga: Pencari suaka bakar kamp penampungan di Yunani

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uni Eropa kecam pelucutan kekebalan hukum Guaido

Brussel (ANTARA) – Pemerintah Uni Eropa pada Kamis mengecam langkah Majelis Nasional Venezuela yang hendak menuntut pemimpin oposisi Juan Guaido, yang dianggap oleh banyak negara Barat sebagai kepala negara de fakto.

“Uni Eropa menolak keputusan yang diambil oleh Majelis Nasional Venezuela yang tidak diakui untuk mencabut kekebalan hukum parlemen Guaido. Keputusan ini merupakan pelanggaran serius terhadap konstitusi, serta aturan hukum dan pemisahan kekuasaan Venezuela,” kata Uni Eropa dalam satu pernyataan.

“Tindakan-tindakan ini mengacaukan jalan keluar politik dari krisis yang menyandera negara tersebut dan hanya menimbulkan polarisasi lebih lanjut serta meningkatkan ketegangan di negara tersebut,” tulis pernyataan itu.

Sumber: Reuters
Baca juga: Majelis Nasional Venezuela lucuti kekebalan Guaido
Baca juga: Hakim Tinggi Venezuela upayakan pencabutan kekebalan Guaido

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sukarno dan Jejak Islam di Dagestan, Rusia

London (ANTARA) – Duta Besar LBBP RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menuliskan kesan-kesannya saat melakukan kunjungan kerja di kota Dagestan dan bertemu dengan dua anak yang bernama sama dengan Presiden RI pertama, Sukarno.

Dubes Wahid bertemu dengan dua anak remaja yang bernama Sukarno bin Kamil bahasa Rusia Sukarno Kamilevich dan Sukarno bin Muhammad atau Sukarno Magomedovich berusia 12 dan 10 tahun. Orang tua mereka kakak beradik, tinggal sekitar satu jam naik mobil dari Makhachkala, ibu kota Republik Dagestan.

Kedua anak remaja itu datang ke Makhachkala atas undangan Abdulaev Ibragimgadzi, Kepala Pusat Nusantara, demikian Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Adiguna Wijaya kepada ANTARA London, Rabu.

Menurut Abdulaev, yang bercerita tentang kisah kedua anak yang bernama Suakarno . “Ceritanya panjang dimulai dari Musa Gashimovich, pada Juni 1961 menghadiri sidang Partai Komunis di Kremlin, warga Dagestan yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Kolkhoz),” ujarnya.

Pada sidang Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet kala itu hadir beberapa kepala negara asing, termasuk Presiden pertama RI, Sukarno. Sidang hari itu jatuh pada hari Jum’at.

Ketika saatnya waktu dzuhur, tiba Presiden Sukarno berdiri dan minta izin kepada Sekjen Partai Komunis, Nikita Khrushchev, untuk meninggalkan ruangan karena akan menunaikan sholat. Nikita Khrushchev pun mengizinkan.

Musa pun terkejut dan seolah tidak percaya. Kegiatan beragama, termasuk Islam, selama zaman Uni Soviet dilarang atau dilakukan diam-diam.

Menurut Musa, apa yang dilakukan Sukarno sangatlah luar biasa dan di luar pikiran kebanyakan orang Rusia ketika itu. Atas kekagumannya pada Sukarno, Musa pun memberi nama anaknya Sukarno bin Musa (Sukarno Musaevich), yang lahir pada tahun 1962.

Menurut Abdulaev, Musa sempat menulis surat kepada KBRI Moskow kala itu untuk meminta ijin memberi nama anaknya Sukarno, tapi tidak pernah dijawab.

Salah seorang anak Sukarno, Kamil menamai anaknya Sukarno bin Kamil (Sukarno Kamilevich). Anehnya, saudara sepupu Kamil, Muhammad, juga memberi nama anaknya Sukarno bin Muhammad (Sukarno Magomedovich) karena kekagumannya pada bapaknya (Musa).

Kedua anak yang datang pada peresmian Pusat Nusantara tersebut, Sukarno bin Kamil dan Sukarno bin Muhammad, adalah cicit dari Musa Gashimovich yang hadir di sidang Konggres Partai Komunis Uni Soviet 1961.

Menurut Dubes Wahid, sampai saat ini nama Sukarno masih banyak dikenal oleh generasi tua, terutama di kota-kota yang pernah dikunjungi Presiden Sukarno seperti di Moskow, Saint Petersburg, Yekaterinburg, Sochi dan Samarkand sekarang masuk wilayah Uzbekistan.

Di Moskow, Sukarno mengunjungi Masjid Katedral (Agung) yang saat itu sangat kecil dan fotonya masih tersimpan di masjid kebanggaan umat Muslim Rusia. Di Saint Petersburg dalam kunjungannya tahun 1956, Sukarno meminta Nikita Khrushchev agar mengizinkan kembali dibukanya Masjid Biru sebagai tempat ibadah umat Islam.

Khrushchev pun mengizinkannya 10 hari setelah kunjungan Sukarno. Imam Masjid Biru, Cafer Nasibullahoglu, pun mengakui jasa Sukarno.

Demikian juga dengan cerita makam Imam Bukhari. Walaupun tidak ada sumber sejarah resmi, masyarakat Samarkand sampai saat ini meyakini makam Imam Bukhari dibangun Uni Soviet atas jasa Sukarno.

Konon Sukarno bersedia memenuhi undangan Nikita Khruschev dengan syarat ditemukannya makam Imam Buchari. Dan benar saja Khruschev memenui syarat itu dan Sukarno dalam rangkaian kunjungannya pada tahun 1956 mengunjungi makam tersebut dengan perjalanan kereta api yang ditempuh sekitar tiga hari.

Republik Dagestan adalah salah satu negara bagian yang memiliki kekhasan di Rusia. Ada 22 negara bagian di Rusia dengan nama Republik karena mayoritas penduduknya bukan etnis Rusia. Walaupun secara resmi namanya sudah dihapus, namun masih banyak yang menyebutnya sebagai republik, seperti Republik Tatarstan, dengan kepala pemerintahannya bergelar presiden.

Sebagaimana Chechnya dan Tatarstan, mayoritas penduduk Dagestan beragama Islam, bahkan Menteri Kebijakan Nasional dan Agama Republik Dagestan, Enrik Muslimov, menyebut sekitar 95% warga Dagestan beragama Islam.

Hal ini terlihat dengan banyaknya masjid di Dagestan. Kita bisa mendengarkan suara adzan dan kaum wanita sebagian mengenakan jilbab, persis seperti di Indonesia.

Tidak sedikit juga yang menggunakan baju modis ala wanita modern. Bahkan mereka umumnya berparas cantik karena campuran dari Persia, Arab, Barat dan lokal. Islam di Dagestan cukup toleran dan moderat dan beraliran Sunni seperti di Indonesia.

Di Makhachkala terdapat masjid yang diklaim sebagai yang terbesar di Rusia dan bahkan Eropa mengalahkan Masjid Katedral di Moskow. Masjid Jumma Makhachkala dapat menampung sekitar 17 ribu jamaah, dibanding Masjid Katedral Moskow yang hanya menampung 10 ribu orang. Bahkan saat ini sedang dibangun Islamic Center di tanah seluas 35 ha, dengan masjid yang akan mampu menampung sekitar 50 ribu jamaah.

Sekitar 170 kilometer ke arah selatan dari Makhachkala, atau 2,5 jam perjalanan darat, terdapat kota tua Derbent yang berumur sekitar dua ribu tahun bahkan lebih. Derbent dimasukkan UNESCO menjadi salah satu kota “heritage” yang dilindungi.

Di Derbent terdapat benteng Naryn-Kala yang dibuat abad VI oleh Kerajaan Sasanian untuk melindungi diri dari serangan penduduk pegunungan Kaukasia.Di kota itu juga terdapat masjid tertua yang dibangun tahun 734 atau 10 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat di jaman Kekhalifaan Rasyidin di bawah Abu Bakar, melalui peperangan. Tidak jauh dari masjid terdapat makam kuno para martir yang sampai saat ini masih dirawat dengan baik.

Selama ini Dagestan dianggap sebagai wilayah konflik dan bahkan situs-situs perjalanan masih menyebutkan daerah ini tidak aman untuk turis. Ternyata keadaan di lapangan berbicara lain. Di luar acara resmi, Dubes Wahid berkunjung ke pasar. Pasar adalah potret kehidupan masyarakat umum yang tidak bisa direkayasa. “Saya melihat suasana yang ramai seperti pasar pada umumnya, tidak melihat adanya tentara yang berjaga, hanya satpam biasa,” ujar Dubes Wahid.

Kedatangan Dubes Wahid menarik perhatian para penjual, karena wajahnya berbeda dan jarang melihat turis dari Asia Tenggara. Setelah mengetahui yang datang dari Indonesia, mereka pun beramai-ramai menawarkan oleh-oleh untuk dibawa pulang.

“Hal ini sangat menyentuh hati, dan harus mencari tas tambahan untuk membawa oleh-oleh dari mereka,” demikian Dubes Wahid. (ZG)

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI Tegaskan Pengaturan GSO untuk Kepentingan Negara Berkembang

London (ANTARA) – Delegasi Indonesia dalam pernyataan nasional disampaikan Wakil Kepala Perwakilan RI di Wina, Witjaksono Adji pada Sesi ke-58 Sub Komite Hukum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Penggunaan Damai dari Luar Angkasa (UNCOPUOS-United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space) di Wina, Austria, Senin (1/4) menegaskan masalah pengaturan Geostationary Orbit (GSO) untuk kepentingan negara berkembang.

KBRI Wina dalam keterangan pers yang diterima Antara London, Rabu, menyebutkan UNCOPUOS merupakan Komisi PBB yang menyediakan forum bagi negara-negara anggota PBB untuk membahas mengenai pengaturan antariksa bagi tujuan damai. Sesi ke-58 Sub Komite Hukum UNCOPUOS berlangsung di Wina dari 1 hingga 12 April mendatang, dan dihadiri oleh 92 negara anggota serta beberapa observer.

GSO sebagai bagian dari antariksa merupakan sumber daya alam yang terbatas, namun memiliki nilai strategis dan ekonomis. Karena sifatnya yang terbatas ini, Indonesia menginginkan agar negara-negara di dunia membahas penggunaan GSO dengan memperhatikan prinsip rasional, efisien, ekonomis, dan adil.

Keempat prinsip tersebut diperlukan agar eksplorasi GSO dapat memberi manfaat bagi banyak pihak, termasuk negara berkembang.

Indonesia menginginkan pembahasan dilakukan saat Sesi ke-58 Sub Komite Hukum UNCOPUOS. Partisipasi Indonesia dalam Sesi ke-58 ini akan memberi peran peningkatan keantariksaan Indonesia di masa depan, utamanya terkait akses ke antariksa maupun pendayaagunaan lainnya yang terkait dengan potensi ekonomi maupun perlindungan keutuhan wilayah RI.

GSO penting bagi Indonesia karena merupakan lintas orbit yang tepat berada di atas ekuator, dalam hal ini membentang di sepanjang wilayah khatulistiwa Indonesia.

Selain GSO, Indonesia juga menegaskan kembali agar antariksa digunakan, dieksplorasi, dan didedikasikan hanya untuk kepentingan damai yang memberi manfaat bagi umat manusia.

Sesi ke-58 juga dimanfaatkan delegasi dari Indonesia untuk mempromosikan PP No. 11/2018 yang mengatur implementasi tata cara pengaturan penginderaan jauh, sebagai aturan implementasi dari UU No.21/2013 mengenai antariksa.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penikaman kelima dalam empat hari terjadi di London

London (ANTARA) – Polisi London pada Selasa mengatakan mereka sedang menyelidiki penikaman kelima dalam empat hari di kabupaten yang sama di London Utara, sementara pihak berwenang berusaha meredam gelombang serangan dengan menggunakan pisau di Inggris.

Empat korban ditikam dari belakang pada akhir pekan di Daerah Edmonton, bagian barat-laut London, dan para detektif mengatakan mereka percaya itu tidak berkaitan dengan terorisme dan seorang tersangka terlibat.

Dua lelaki ditangkap karena dicurigai membahayakan fisik orang dan masih berada di dalam tahanan, kata Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Dalam serangan kelima, polisi mengatakan seorang pria yang berusia 30-an tahun ditemukan dengan luka tikam pada Selasa pagi dan berada dalam kondisi yang mengancam nyawa di rumah sakit.

Seorang lelaki berusia 30-an tahun belakangan ditangkap karena dicurigai membahayakan secara fisik dan para detektif mengatakan mereka bekerja untuk melihat apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan penikaman pada akhir pekan.

“Saya menyadari bahwa semua peristiwa dari akhir pekan telah mengakibatkan keprihatinan dan kekhawatiran yang sangat besar di kalangan masyarakat. Dan peristiwa ini akan mengakibatkan ketakutan lebih lanjut,” kata Inspektur Detektif Luka Marks.

“Meskipun pada tahap ini peristiwa itu belum secara resmi dikaitkan, lokasi dan cara penyerangan ini akan membuat prihatin masyarakat,” katanya.

Pada Senin (1/4), Perdana Menteri Theresa Mey mengadakan pertemuan khusus guna membahas penanggulangan kejahatan dengan menggunakan pisau yang meluas di Inggris.

Ada 285 penikaman fatal di Inggris dan Wales pada 2018, tingkat paling tinggi sejak peristiwa semacam itu mulai dicatat lebih dari 70 tahun lalu, demikian data statistik resmi pada Maret.

Polisi mengatakan lonjakan kejahatan dengan menggunakan pisau di satu negara tempat senjata api sulit diperoleh telah dipicu oleh beberapa faktor, termasuk persaingan antara gerombolan narkotika, pemotongan layanan pemuda dan provokasi di media sosial.

Baca juga: Tiga luka dalam “insiden teror” di stasiun kereta London

Sumber: Reuters

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prancis: Inggris mengarah pada “Brexit” tanpa kesepakatan

Paris (ANTARA) – Inggris sedang mengarah pada kemungkinan keluar dari Uni Eropa tanpa ada kesepakatan soal persyaratan pemisahan setelah parlemen Inggris kembali menolak untuk menyetujui kesepakatan, kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire, Selasa.

Para anggota parlemen Inggris pada Senin (1/4) tidak berhasil menghindarkan kekacauan seputar pemisahan Inggris dari Uni Eropa.

Keadaan itu membuat arah masa depan pemisahan Inggris dari kelompok negara-negara Eropa itu terperosok ke dalam keraguan.

“Rakyat Inggris telah menentukan pilihan untuk meninggalkan Uni Eropa, terserah mereka untuk mencari cara agar mencapai kesepakatan. Karena mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, kita mengarah pada Brexit yang tanpa persetujuan,” kata Le Maire kepada para wartawan setelah memperkenalkan buku barunya soal Eropa.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pengunjuk rasa berpawai di London menentang penundaan Brexit
Baca juga: Dolar terangkat penurunan sterling akibat penolakan kesepakatan Brexit
Baca juga: Rupiah melemah seiring meningkatnya kekhawatiran perlambatan global
Baca juga: Semakin banyak orang Inggris ingin jadi warga Prancis

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Partai Erdogan akan permasalahkan hasil pemilihan Turki

Istanbul (ANTARA) – Partai AK pimpinan Presiden Tayyip Erdogan telah memutuskan akan menyampaikan keberatan atas hasil pemilihan di seluruh 39 distrik di Istanbul, menurut laporan surat kabar Hurriyet, Selasa.

Keputusan itu muncul setelah hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa kandidat oposisi utama memimpin dengan angka tipis.

Partai AK (AKP) sedang berjalan menuju kekalahan di dua kota terbesar Turki, yaitu Istanbul dan Ankara. Hasil pemilihan itu menjadi pukulan, yang kemungkinan akan mempersulit rencana Erdogan mengatasi kelesuan ekonomi.

Di Istanbul, kandidat wali kota dari kubu oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu serta saingannya dari AKP, mantan perdana menteri Binali Yildirim, sama-sama mengatakan pada Senin (1/4) bahwa Imamoglu memimpin dengan 25.000 suara lebih banyak.

AKP menyatakan akan menggunakan haknya untuk mengajukan keberatan atas hasil-hasil pemilihan yang dianggap mencurigakan. Tenggat untuk mengajukan banding tersebut adalah pukul 12.00 GMT (pukul 19.00 WIB).

Ketidakpastian terkait pemilihan daerah telah semakin menekan lira. Mata utang Turki itu menukik tajam pekan lalu saat keraguan masyarakat Turki atas lira membuat mereka memborong dolar dan emas.

Pada Selasa, lira melemah 2 persen terhadap dolar AS karena kekhawatiran soal ketegangan antara Turki dan Amerika Serikat. Ketegangan antara kedua negara kembali muncul setelah AS menghentikan pengiriman peralatan jet tempur F-35 bagi Turki.

Sumber: Reuters
Baca juga: Partai AK klaim menang dalam pemilihan wali kota Istanbul
Baca juga: Presiden Iran ucapkan selamat kepada Turki mengenai pemilu lokal
Baca juga: Erdogan alami pukulan pada pemilu lokal di kota-kota besar
Baca juga: Erdogan klaim menangi pemilu presiden Turki, oposisi waspada

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokoh Partai Konservatif kritik pemerintah terkait Brexit

London (ANTARA) – Pemerintah Perdana Menteri Inggris Theresa May seharusnya pada 2017 mengatakan bahwa Brexit dengan cara yang lebih halus tidak bisa dihindari, setelah kehilangan mayoritas parlemennya dalam pemungutan suara, kata ketua penegakan aturan Partai Konservatif di Parlemen.

Ketua itu, Julian Smith, yang berbicara dalam wawancara dengan BBC yang dirilis pada Senin, juga mengkritik sejumlah menteri senior atas “contoh terburuk dari disiplin terburuk kabinet dalam sejarah politik Inggris.”

BBC menyebutkan belum pernah ada ketua yang secara terang-terangan mengkritik pemerintah. Itu terjadi saat para menteri May terpecah dalam upaya mencari cara memecahkan kebuntuan Brexit Inggris.

Anggota parlemen dijadwalkan mengelar pemungutan suara untuk mencari alternatif atas kesepakatan May pada Senin. Sejumlah anggota menyeru Inggris agar memiliki hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa daripada hubungan yang diprediksi di bawah rencana perdana menteri.

Smith melalui BBC mengatakan, ketika gagal mengantongi mayoritas pada pemilihan 2017, “pemerintah secara keseluruhan mungkin seharusnya lebih jelas tentang konsekuensi itu. Aritmatika parlemen akan mengartikan bahwa ini akan menjadi seperti jenis Brexit yang lebih halus.”

Ia menuturkan bahwa dirinya melihat sejumlah menteri “yang duduk di sekitar meja kabinet … berupaya untuk mengacaukannya (May).

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan alami pukulan pada pemilu lokal di kota-kota besar

Ankara (ANTARA) – Presiden Turki Tayyip Erdogan terpukul dalam pemilihan umum lokal karena Partai AK pimpinannya kehilangan kendali di Ankara, ibu kota Turki, untuk pertama kalinya sejak partai itu didirikan pada 2001, sementara kekalahan besar di Istanbul juga membayangi AK.

Erdogan, yang telah mendominasi politik Turki sejak ia mulai naik ke tampuk kekuasaan 16 tahun lalu, berkampanye tanpa henti selama dua bulan menjelang pemungutan suara pada Minggu (31/3).

Namun, kampanye yang digelar setiap hari oleh sang presiden serta dukungan media yang begitu besar tidak mampu mengambil hati para pemilih di dua kota utama.

Stasiun penyiaran Turki mengatakan bahwa kandidat dari Partai Rakyat Republik (CHP), Mansur Yavas, sudah jelas menang di Ankara. Sementara itu di Istanbul, CHP memimpin dengan hampir 28.000 suara lebih banyak dibandingkan suara yang dikumpulkan kandidat saingannya, menurut hasil penghitungan terbaru.

“Rakyat telah memberikan pilihan pada demokrasi, mereka memilih demokrasi,” kata pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu. Ia menyatakan CHP, partainya yang beraliran sekuler, telah mengambil kendali di Ankara dan Istanbul dari Partai AK (AKP) serta tetap menguasai bentengnya di Izmir, kota di pesisir Laut Aegea dan terbesar ketiga di Turki.

Kantor berita Turki Anadolu melaporkan bahwa jumlah pemilih yang memberikan suara mereka di seluruh negeri sangat tinggi, yaitu 84,52 persen.

Kekalahan partai berakar Islam pimpinan Erdogan itu di Ankara merupakan pukulan telak bagi sang presiden. Kekalahan di Istanbul, kota yang tiga kali lebih besar dibandingkan Ankara, akan menjadi pukulan yang lebih besar. Erdogan memulai karier politiknya di Istanbul dan pernah menjabat sebagai wali kota tersebut pada tahun 1990-an.

Ketua Dewan Tinggi Pemilihan Sadi Guven mengatakan kepada para wartawan bahwa kandidat wali kota Istanbul dari CHP, Ekrem Imamoglu, meraup 4.159.650 suara sementara kandidat dari AKP, yaitu mantan Perdana Menteri Binali Yildirim, mengumpulkan 4.131.761 suara.

Dewan Tinggi Pemilihan menyediakan waktu tiga hari jika hasil pemilihan akan dipermasalahkan.

Anadolu melaporkan bahwa AKP akan mengajukan banding di beberapa distrik Ankara.

Ketika menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya pada Minggu malam, Erdogan tampaknya menerima kekalahan AKP di Istanbul walaupun dia mengatakan sebagian besar masyarakat di kota tersebut dikuasi oleh partainya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Oposisi Turki klaim memimpin perolehan suara di Istanbul

Baca juga: Rakyat Turki beri suara dalam pemilihan lokal

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Oposisi Turki klaim memimpin perolehan suara di Istanbul

Istanbul (ANTARA) – Kandidat wali kota Istanbul dari partai oposisi utama Turki, Senin, mengatakan, memimpin perolehan suara 25.158 lebih banyak dibandingkan dengan saingannya dari Partai AK pimpinan Presiden Turki Tayyip Erdogan, menurut bank data Partai Rakyat Republik tempat sang kandidat berasal.

Kandidat wali kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, mengatakan Dewan Pemilihan Tinggi telah memasukkan 99,95 persen suara di Istanbul ke dalam sistem pemilihan umum. Sistem tersebut menunjukkan perbedaan yang lebih besar, yaitu 25.755 suara.

Rakyat Turki memberikan suara dalam pemilihan-pemilihan lokal yang dilukiskan oleh Presiden Tayyip Erdogan sebagai soal hidup dan mati Turki namun telah dirusak oleh kekerasan yang menyebabkan orang anggota partai tewas di bagian tenggara negara itu.

Erdogan yang telah mendominasi politik Turki selama lebih 16 tahun berkat sebagian karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, menjadi pemimpin yang paling populer dan juga tegas dalam sejarah modern negara itu.

Namun, ia bisa mengalami pukulan dengan jajak pendapat yang mengindikasikan Partai AK (AKP) yang berkuasa berpotensi kehilangan kendali di Ankara, ibu kota Turki dan bahkan di Istanbul, kota terbesar di negara itu.

Dengan ekonomi yang mengalami kontraksi setelah krisis keuangan tahun lalu — nilai mata uang lira merosot lebih 30 persen, sebagian pemilih tampak siap menghukum Erdogan, yang sudah memerintah dengan sikap tanpa kompromi.

“Saya sebenarnya tak akan pergi memberi suara hari ini, tapi ketika saya melihat mereka (AKP) goyah, saya pikir ini saatnya untuk mendaratkan pukulan. Orang-orang tak senang. Orang-orang berjuang,” kata Hakan, 47 tahun, setelah memberikan suara di Ankara.

Pemungutan suara mulai pukul 7 waktu setempat di bagian timur Turki, dan sejam kemudian di bagian lain negara itu. Tempat-tempat pemungutan suara tutup pukul 16 waktu setempat di bagian timur dan pukul 17 di bagaian barat.

Lebih 57 juta orang berhak memberikan suara. Pemenang dalam pemilihan itu diperkirakan akan diketahui pada tengah malam.

Sumber: Reuters
 

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019