Jerman pertajam imbauan perjalanan ke Turki

Berlin (ANTARA) – Jerman telah mempertajam imbauan perjalanan bagi para warganya ke Turki dengan mengeluarkan peringatan pada Sabtu (9/3) bahwa mereka kemungkinan bisa ditahan jika mengeluarkan pendapat yang tak dapat diterima pihak berwenang Turki.

“Kemungkinan seperti itu tidak bisa dikesampingkan … bahwa Pemerintah Turki akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap perwakilan media dan organisasi masyarakat madani Jerman,” bunyi imbauan perjalanan terbaru yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Jerman.

“Pernyataan-pernyataan, yang di Jerman bisa diterima sebagai penerapan kebebasan berpendapat, di Turki bisa termasuk larangan dan berujung pada pemeriksaan perkara kejahatan.”

Imbauan yang diperbarui pada Sabtu itu menyebutkan bahwa sejumlah wartawan Eropa, termasuk warga Jerman, tanpa penjelasan telah ditolak mendapatkan izin menjalankan tugas mereka di Turki.

Dalam dua tahun belakangan, juga ada peningkatan jumlah warga negara Jerman yang ditahan semena-mena, kata Kementerian Luar Negeri.

Pihak berwenang Turki mencurigai kaitan apa pun dengan jaringan Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat. Pemerintah Turki menganggap Gulen sebagai sosok yang menggalang percobaan kudeta 2016, kata Kementerian.

Kemlu menambahkan bahwa para warganya yang pernah menghadiri pertemuan di luar negeri, yang diselenggarakan organisasi-organisasi terlarang di Turki, berisiko mengalami penahanan.

Kemungkinan penahanan juga dihadapi para warga negara Jerman yang pernah membuat atau mendukung pernyataan di media sosial pengkritik pemerintahan Turki.

Baca juga: Sumber: satu lagi warga Jerman ditahan Turki

Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Gusti Nur Cahya Aryani

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019